KISAH CINTA BUNDA DAN KELUARGA AYAHKU
SEBUAH KISAH
YANG AKAN KEMBALI TERiLIS INDAH DARI ULASAN YANG KEMBALI MENGARAH KEPADA PRINSIP
DAN TANGGUNG JAWAB
SETELAH BERPINDAH DARI TEMPAT
PEDAGANG IKAN TERI , LIAN DI PERINTAHKAN AYAHNYA UNTUK TINGGAL DIRUMAH KAKEKNYA,
RUMAH ITU BERLOKASI DI JALAN PELITA 4,KAMPUNG DURIAN,
ini adalah sebuah cerita
yang akan kembali di tayangkan untuk para pembaca setia
Disebuah tempat yang dulunya damai
,berubah menjadi sebuah tempat yang penuh kekacauan, disini ter tabur
beberapa sifat keegoisan, kesombongan antara anggota ayahku yang bersaudara,
kisah ini dimulai semenjak ayahku mengenal
ibuku,, ibuku adalah seorang wanita yang berasal
dari keluarga sederhana yang memiliki
seorang ayah yang bekerja sebagai tukang bengkel dan ibunya yang bekerja
sebagai pedagang sayur , dan ayahku berasal
dari keluarga yang berada , kakekku bekerja sebagai tentara di zaman PRRI dan
nenekku adalah seorang ibu rumah tangga , kakek buyutku seorang ternama dan
sosok yang disegani di kampung halamannya , yang telah mengarungi dunia , Mulai
dari ASIA, Afrika dan Eropa
ayahku adalah seorang pria
yang berjiwa pasaran(preman) yang
menghabiskan waktu dirantau tampa mengandalkan keluarganya, hidup yang
dijalaninya sebagai orang yang mengandalkan hidup dari jalanan, tidur dibawah
jembatan, dengan menikmati pekerjaan buruh, mulai dari penjaga parkir, tempel
band, jambret , dan menghabiskan waktu untuk pergaulan, walaupun harus
berkali-kali keluar masuk penjara dia tetap tegar untuk melanjutkan hidup, dan , semenjak ibuku menikah dengan ayahku, dia selalu ditekan
dengan suasana keluarga dari ayahku, sampai saat ayahku resmi berumah dengan ibuku ,, pihak
keluarga ayahku tidak rela mempunyai keluarga yang kurang berada seperti
ibuku,,saudara ayahku selalu merasa minder melihat keluarga ibuku,, karena
mereka tau ayah ibuku adalah seorang tukang bengkel jalanan dan tukang becak,,
sampai waktupun berlalu sampai saat aku lahir,, ibuku baru merasakan adanya
kedekatan dan perhatian dari keluarga ayahku,, saat aku (lian) lahir kakek dan
nenek dari ayahku datang membesuk dan memberi perhatiannya pada ibuku, karena
mereka tau bahwa seorang cucu laki-laki lahir dari ayahku,, tetapi itu hanya
sementara saja,, selama ibu dan ayahku hidup di kota rantau mereka, yaitu
tepatnya dikota sibolga keluarga dari ayahku tak pernah mengunjungi rumah
kami,, sampai saat berlalu dan saat aku
mulai dewasa dan masuk keperguruan tinggi cerita ini akan saya tuliskan,,
Setelah berpindah kos berulang kali,,
ayah menyuruhku untuk tinggal dirumah kakekku (rumah kakekku yang dari ayah) ,saat pertama kali berdiam di sana
awalnya tiada kejanggalan terlihat,, semua keadaan baik-baik
saja, aktivitas yang kujalani berjalan seperti biasa, menjalankan tugas dan
tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan kuliah kekampus, tetapi
tak ama kemudian adik perempuan ayahku mulai bertingkah, menyimpan belanja
dapurnya dan menyuruhku hidup mandiri dengan membeli kompor msak dan peralatan
pribadi dalam rumah kakek, tetapi seiring waktu semua kupenuhi dan kujalani
sendiri untuk menyesuaikan keadaan, aku tinggal daam sebuah keluarga yang tidak
pernah mengganggap arti diriku, adik ayahku adalah seorang guru yang
mengadopsi seorang anak akibat tidak mampu memiliki anak sendiri dari
pernikahan yang dijalaninya selama puluhan tahun, suaminya yang harus tinggal
jauh akibat tuntutan pekerjaan, hari
yang kujalani terasa sangat indah, karna adik ayahku seorang yang pelit,kikir,
sombong, egois, semua makanan dan juga
kebutuhan yang di sediakannya disimpan rapi
dan kebiasaannya yang menonton didalam kamarnya agar tak bisa ku
gunakan, pernah sekali beliau mengundang
sanak saudaranya dari keluarga suaminya dan menyuruh mereka beristiraha dikamar
kakek yaitu kamar yang disegani keluarga , dengan tenang aku duduk diam merenung dalam kamarku tetapi
tiba-tiba sanyo/pompa air kakek mati dan tidak bisa digunakan, dengan
bersembunyi dalam kamar dan mendengarkan
mereka bercanda tawa duduk bercerita dimeja makan , tak berapa lama kemudian
akhirnya keluarga dari adik ayah tersebut memutuskan untuk menginap dihotel
akibat pompa air yang mati, dan kamr kakek kembali kosong, pada tahun 2013
dibulan 10 adik perempuanku menikah, dan keuarga dari ayah turun dari pusat dan
berencana menghadiri pesta pernikahannya,
dengan perasaan senang aku mulai menunggu mereka hadir kekota medan dan
akhirnya mereka tiba sekitar pukul 12 malam, dengan tenang aku bersembunyi daam
kamar dan tidak menyambut mereka untuk menandakan sifat pemberontakanku, sampai pagi menjelang dan akhirnya aku
menghampiri untuk mengucap salam, pada keesokan harinya keluarga ayah
memutuskan untuk berangkat menghadiri pesta pernikahan adikku dengan
mengendarai mobil kekota sibolga dan aku
ikut dalam rombongan, perjalanan yang kami lalui terihat kaku akibat segan
untuk bertegur sapa, lama tertidur dalam
mobil ternyata abang dari ayah salah
jalan dan membuat kami kesasar sampai ke
batubara, yaitu sebuah tempat di daerah tanjung balai asahan prov. Sumatera
utara, tetapi dengan mengambil jalan pintas akhirnya kami bisa menemukan jalur
alternativ ,menuju jalan lintas medan sibolga, dalam percakapan aku merekam
sebuah kata yang terlontar dari kakak perempuan ayah yang berambisi untuk
menjajah keluarga, tetapi dengan tenang
aku tetp terdiam dan mulai merenung, sesampai dikota sibolga rombongan mulai
bersiap-siap menyusun acara dan perlengkapan untuk acara pernikahan yang
diselenggarakan keesokan harinya, setelah hari pernikahan itu tiba semua acara
berjalan dengan penuh hikmad , semua resepsi sampa acara adat batak selesai dengan baik,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar