Minggu, 27 Maret 2016

KISAH CINTA BUNDA DAN KELUARGA AYAHKU

SEBUAH KISAH YANG AKAN KEMBALI TERiLIS INDAH DARI ULASAN YANG KEMBALI MENGARAH KEPADA PRINSIP DAN TANGGUNG JAWAB
SETELAH BERPINDAH DARI TEMPAT PEDAGANG IKAN TERI , LIAN DI PERINTAHKAN AYAHNYA UNTUK TINGGAL DIRUMAH KAKEKNYA, RUMAH ITU BERLOKASI DI JALAN PELITA 4,KAMPUNG DURIAN,

ini adalah sebuah cerita yang akan kembali di tayangkan untuk para pembaca setia
Disebuah tempat yang dulunya damai ,berubah menjadi sebuah tempat yang penuh kekacauan, disini ter tabur beberapa sifat keegoisan, kesombongan antara anggota ayahku yang bersaudara, kisah ini dimulai semenjak ayahku mengenal ibuku,, ibuku adalah seorang wanita yang berasal dari keluarga sederhana yang memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai tukang bengkel dan ibunya yang bekerja sebagai pedagang sayur  , dan ayahku berasal dari keluarga yang berada , kakekku bekerja sebagai tentara di zaman PRRI dan nenekku adalah seorang ibu rumah tangga , kakek buyutku seorang ternama dan sosok yang disegani di kampung halamannya , yang telah mengarungi dunia , Mulai dari ASIA, Afrika dan Eropa
  ayahku adalah seorang pria yang berjiwa pasaran(preman) yang menghabiskan waktu dirantau tampa mengandalkan keluarganya, hidup yang dijalaninya sebagai orang yang mengandalkan hidup dari jalanan, tidur dibawah jembatan, dengan menikmati pekerjaan buruh, mulai dari penjaga parkir, tempel band, jambret , dan menghabiskan waktu untuk pergaulan, walaupun harus berkali-kali keluar masuk penjara dia tetap tegar untuk melanjutkan hidup,  dan , semenjak  ibuku menikah dengan ayahku, dia selalu ditekan dengan suasana keluarga dari ayahku, sampai saat ayahku resmi berumah dengan ibuku ,, pihak keluarga ayahku tidak rela mempunyai keluarga yang kurang berada seperti ibuku,,saudara ayahku selalu merasa minder melihat keluarga ibuku,, karena mereka tau ayah ibuku adalah seorang tukang bengkel jalanan dan tukang becak,, sampai waktupun berlalu sampai saat aku lahir,, ibuku baru merasakan adanya kedekatan dan perhatian dari keluarga ayahku,, saat aku (lian) lahir kakek dan nenek dari ayahku datang membesuk dan memberi perhatiannya pada ibuku, karena mereka tau bahwa seorang cucu laki-laki lahir dari ayahku,, tetapi itu hanya sementara saja,, selama ibu dan ayahku hidup di kota rantau mereka, yaitu tepatnya dikota sibolga keluarga dari ayahku tak pernah mengunjungi rumah kami,, sampai saat  berlalu dan saat aku mulai dewasa dan masuk keperguruan tinggi cerita ini akan saya tuliskan,,

Setelah berpindah kos berulang kali,, ayah menyuruhku untuk tinggal dirumah kakekku (rumah kakekku yang  dari ayah) ,saat pertama kali berdiam di sana awalnya tiada kejanggalan terlihat,, semua keadaan  baik-baik saja, aktivitas yang kujalani berjalan seperti biasa, menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan kuliah kekampus, tetapi tak ama kemudian adik perempuan ayahku mulai bertingkah, menyimpan belanja dapurnya dan menyuruhku hidup mandiri dengan membeli kompor msak dan peralatan pribadi dalam rumah kakek, tetapi seiring waktu semua kupenuhi dan kujalani sendiri untuk menyesuaikan keadaan, aku tinggal daam sebuah keluarga yang tidak pernah mengganggap arti diriku, adik ayahku adalah seorang  guru  yang mengadopsi seorang anak akibat tidak mampu memiliki anak sendiri dari pernikahan yang dijalaninya selama puluhan tahun, suaminya yang harus tinggal jauh akibat tuntutan pekerjaan,  hari yang kujalani terasa sangat indah, karna adik ayahku seorang yang pelit,kikir, sombong, egois,  semua makanan dan juga kebutuhan yang di sediakannya disimpan rapi  dan kebiasaannya yang menonton didalam kamarnya agar tak bisa ku gunakan,  pernah sekali beliau mengundang sanak saudaranya dari keluarga suaminya dan menyuruh mereka beristiraha dikamar kakek yaitu kamar yang disegani keluarga  , dengan tenang  aku duduk diam merenung dalam kamarku   tetapi tiba-tiba sanyo/pompa air kakek mati dan tidak bisa digunakan, dengan bersembunyi  dalam kamar dan mendengarkan mereka bercanda tawa duduk bercerita dimeja makan , tak berapa lama kemudian akhirnya keluarga dari adik ayah tersebut memutuskan untuk menginap dihotel akibat pompa air yang mati, dan kamr kakek kembali kosong, pada tahun 2013 dibulan 10 adik perempuanku menikah, dan keuarga dari ayah turun dari pusat dan berencana menghadiri pesta pernikahannya,  dengan perasaan senang aku mulai menunggu mereka hadir kekota medan dan akhirnya mereka tiba sekitar pukul 12 malam, dengan tenang aku bersembunyi daam kamar dan tidak menyambut mereka untuk menandakan sifat pemberontakanku,  sampai pagi menjelang dan akhirnya aku menghampiri untuk mengucap salam, pada keesokan harinya keluarga ayah memutuskan untuk berangkat menghadiri pesta pernikahan adikku dengan mengendarai mobil  kekota sibolga dan aku ikut dalam rombongan, perjalanan yang kami lalui terihat kaku akibat segan untuk bertegur sapa,  lama tertidur dalam mobil  ternyata abang dari ayah salah jalan  dan membuat kami kesasar sampai ke batubara, yaitu sebuah tempat di daerah tanjung balai asahan prov. Sumatera utara, tetapi dengan mengambil jalan pintas akhirnya kami bisa menemukan jalur alternativ ,menuju jalan lintas medan sibolga, dalam percakapan aku merekam sebuah kata yang terlontar dari kakak perempuan ayah yang berambisi untuk menjajah keluarga,  tetapi dengan tenang aku tetp terdiam dan mulai merenung, sesampai dikota sibolga rombongan mulai bersiap-siap menyusun acara dan perlengkapan untuk acara pernikahan yang diselenggarakan keesokan harinya, setelah hari pernikahan itu tiba semua acara berjalan dengan penuh hikmad , semua resepsi sampa acara adat batak  selesai dengan baik,